Maulid Nabi Muhammad saw


Bulan Rabiul Awal mengingatkan kita akan kelahiran seorang hamba pilihan Allah swt yang di utus untuk menyempurnakan ahlak mannusia sesuai dengan haditsnya inni buistu li uttamima makarimal akhlak….tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awal. Di kalangan muslim “perayaan” Maulid Rasul saw seakan sudah merupakan tradisi yang di lakukan dengan berbagai macam cara…jika di pondok-pondok pesantren biasanya dengan membaca dibaiyah dan kemudian di lanjutkan dengan “ceramah” oleh para masayikh.

halnya masyarakat muslim pada umumnya dengan membaca berjanji di musaola-musola atau majlis-majlis di isi dengan “pengajian-pengajian” beda dengan anak muda pada umumnya yang hanya mengemban pendidikan umum mereka tidak mengetahui apakah itu Maulid Nabi. ketidak tahuan mereka tentang maulid nabi mungkin juga sama seperti mereka yang memperingatinya dengan membaca qasidah-qasidah dibaiyah atau barjanji dan mereka yang mengahdiri majlis-majlis peringatan Maulid Nabi saw.

Peringatan atau perayaan(dalam tanda kutip) buakan tujuan dari pada maulid nabi, tak jarang mereka yang merayakannya tidak mengerti dengan tujuan di adakannya Maulid Nabi itu tersendiri. Maulid Nabi pada hakekatnya bukanlah peringatan belaka yang di isi dengan berbagai acara namun bagaimana kita meliahat sosok atau kepribadiaan Rasul itu sendiri hal ini berkaitan dengan tujuan kenapa Rasulullah saw di utus ke dunia ya itu untuk menyempurnakan akhlak manusia. bagai mana kita mengetahui akhlak yang mulia itu semua telah di contohkan oleh Rasulullah saw dalam semua segi kepribadian beliau baik sebagai hamba pilihan allah(nabi dan rasul)serta sebagai manusia bisa.

itu yang semestinya tidak kita lupakan sebagai wahana muhasabah diri kita selaku muslim yang telah mendatkan figur yang menjadi pacuan untuk mencapai kebahagiaan dunia akherat. Di kalangan santri budaya ghosob, panjang tangan itu tak bisa di nafikan ketidak adaanya…apalah artinya jika ia mendengar melantukan kepribadian Rasul saw namun hal yang demikian masih melekat dalam kepribadian kita. Jika Rasulallah memerintahkan kita untuk taat kepada pemimpin..tapi kenapa masih banyak di antara santri yang menentang pengurus.

Maulid Nabi bukan hanya peringatan belaka namun bagai mana kita memaknainya untuk mengetahui kepribadian Rasulallah lebih jauh dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari. bagaimana kepribaidan Rasulullah sebagi pemimpin,sebagai kepala rumah tangga,sebagai pengusaha(pedagang) dan lain sebagainya itu lah yang layak kita kaji sebagai salah satu rasa syukur kita atas apa yang telah beliau bawa yang mengeluarkan kita dari kegelapan moral serta akidah menuju din hanif dengan cahaya islam.

Related Posts

Maulid Nabi Muhammad saw
4/ 5
Oleh